Selasa, 13 November 2012

Tugas Metode Riset Bisnis ( Analisis Jurna 2 )

Analisis Stategi Promosi  Stasiun Televisi ( Trans TV )

Nama : andi syahab ruswandy
Npm : 30210699
Kelas : 3DD01

1.1 Latar Belakang 

Televisi merupakan media massa yang paling banyak dikonsumsi oleh
masyarakat, termasuk masyarakat Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari
karakteristiknya yang memberi banyak kemudahan bagi khalayaknya.
Gerbner dan Conolly dalam Andrias (2005) mengatakan bahwa untuk
menonton televisi, tidak dibutuhkan mobilitas dimana hampir semua rumah
tangga memiliki televisi dan tersedia kapan saja. Karenanya, tidak
mengherankan jika televisi menyita waktu yang lebih banyak dan perhatian
dari lebih banyak orang dibandingkan dengan media lainnya.
Berbeda dengan media lainnya, televisi memiliki kelebihan karena
bersifat audio visual. Kelebihan lainnya adalah televisi dapat menjangkau
audiens yang heterogen, dari semua kelompok umur, dan berbagai latar
belakang dan golongan.
Lingkungan dunia usaha yang dinamis dan perkembangan yang pesat
di bidang teknologi elektronik menuntut peran yang besar dari industri
pertelevisian di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan
informasi. Peranan televisi menjadi semakin penting, karena mampu
memberikan informasi visual tentang suatu kejadian atau peristiwa, baik
berupa program informasi/berita, hiburan maupun pendidikan.
Perkembangan dunia pertelevisian Indonesia kini semakin marak,
terbukti dengan kehadiran 12 stasiun televisi di tanah air kita. Kedua belas
stasiun televisi itu terdiri dari satu stasiun televisi milik pemerintah yaitu
TVRI dan lainnya merupakan stasiun televisi swasta, mulai dari RCTI,
SCTV, TPI, ANTV, Indosiar, Global TV, Metro TV, Lativi, TV7 dan Trans
TV. Keberadaan ke-12 stasiun televisi itu tentu menimbulkan persaingan
untuk memperoleh pangsa pasar sebanyak-banyaknya. Masing-masing
stasiun televisi berupaya dengan berbagai cara untuk dapat meraih jumlah
pemirsa (audien) yang besar, karena audien yang merupakan penikmat siaran
televisi tersebut adalah konsumen utama para stasiun televisi sebagai
produsen.
Persaingan menuntut setiap pengelola stasiun televisi untuk
merumuskan strategi jitu untuk menghadapi pesaingnya. Salah satu stasiun
televisi swasta yang turut meramaikan kancah pertelevisian Indonesia
adalah PT. Televisi Transformasi Indonesia, atau lebih dikenal sebagai
Trans TV.

1.2 Perumusan Masalah

Karakteristik televisi yang selalu memberikan kemudahan bagi
khalayaknya, sehingga menyebabkan penetrasi media ini sangat cepat,
mengakibatkan tingginya minat swasta dalam industri pertelevisian.
Bertambahnya stasiun televisi lokal dan meningkatnya perkembangan
teknologi yang dapat memudahkan masyarakat selaku pemirsa televisi
untuk dapat menyaksikan tayangan dari stasiun televisi luar negeri, akan
berdampak pada peningkatan persaingan di antara stasiun televisi di
Indonesia saat ini.
Trans TV adalah stasiun televisi swasta ke-8 yang memperoleh ijin
mengudara secara nasional di Indonesia. Usahanya berada di bawah
kepemilikan Para Group (PT Para Inti Investindo). Dengan usia yang
relatif muda dibandingkan stasiun televisi swasta nasional lainnya, Trans
TV sudah memperlihatkan eksistensinya dan mampu menjadi salah satu
stasiun televisi yang patut diperhitungkan stasiun-stasiun televisi nasional
maupun lokal saat ini yang kian bertambah.

1.3 Tujuan Penelitian
 
Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan strategi
promosi.
2. Merumuskan dan memilih alternatif strategi promosi yang tepat untuk
diterapkan pada perusahaan.

1.4. Manfaat Penelitian
 
Hasil penulisan penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi
perusahaan sebagai salah satu alternatif rekomendasi untuk dapat
merumuskan strategi yang tepat dan terfokus dalam upaya menyelesaikan
masalah-masalah yang dihadapi serta menghasilkan keputusan dalam
penentuan strategi promosi perusahaan. Selain itu, hasil penelitian ini dapat
digunakan sebagai bahan pustaka, informasi dan referensi bagi pihak-pihak
yang berkepentingan.

1.5. Metode Penelitian
Pengumpulan Data

Sumber data pada penelitian ini terdiri dari data primer dan
sekunder. Data primer merupakan sumber data penelitian yang
didapat dari sumber pertama baik individu atau kelompok, seperti
hasil wawancara atau penyebaran kuesioner. Wawancara akan
dilakukan secara mendalam dengan pihak-pihak terkait seperti
bagian promosi. Data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari
data perusahaan dan studi literatur (buku, koran, majalah dan
skripsi) yang terkait dengan topik penelitian.
 
Metode Pengambilan Sampel

Identifikasi faktor dilakukan dengan menyebarkan kuesioner
kepada 30 responden. Mengacu pada konsep teorema batas sentral
yang menyatakan bahwa jumlah sampel yang besar (n>=30) akan
menyebar secara normal dan pertimbangan bahwa uji rata-rata
sampel berjumlah 30 orang (Singarimbun, 1989). Pemilihan
responden untuk mengidentifikasi faktor dilakukan dengan metode
purposive sampling (secara sengaja). Responden terdiri dari staff
bagian promosi dan audien. Pertimbangan menggunakan audien
sebagai responden adalah untuk

Metode Pengolahan dan Analisis Data

Sebelum penyebaran kuesioner, dilakukan uji coba untuk
mengukur validitas dan reliabilitas kuesioner. Secara umum,
validitas dapat diartikan sebagai suatu alat ukur yang dapat
mengukur apa yang hendak diukur (Singarimbun, 1989). Dalam
penelitian ini dilakukan pengujian validitas terhadap item
pertanyaan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan
strategi promosi perusahaan.
Data yang digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang
mempengaruhi keputusan strategi promosi perusahaan merupakan
data ordinal, maka digunakan skala yang mempunyai urutan tingkat
kepentingan 1-9. 1 mewakili sangat tidak penting dan 9 mewakili
sangat penting. Oleh karena data tersebut interval, maka untuk
menguji validitas data ini menggunakan metode korelasi Product
Moment Pearson.
 
1.6. HASIL DAN PEMBAHASAN :

  • perusahaan yang telah ditetapkan akan menjadi acuan dalam menentukan strategi promosi, baik program acara maupun perusahaan. Target Trans TV adalah family golongan ABC, oleh karena itu bentuk promosi yang akan dilakukan bisa lebih fokus untuk menjangkau audien tersebut.
  • Perusahaan semakin tau kekurangan dan kelebihan perusahaan tersebut,sehingga dapat mengkoreksi dan menjadi lebih baik

1.7. Kesimpulan

Kesimpulan dari hasil dan pembahasan mengenai strategi promosi Trans TV
secara menyeluruh, terdapat beberapa hal yang dapat disimpulkan sebagai
berikut:
1. Faktor-faktor yang teridentifikasi sebagai faktor penyusun strategi promosi
Trans TV adalah anggaran promosi, pesaing, sumber daya manusia
(SDM), karakteristik pasar, karakteristik produk dan segmentasi, target
dan positioning (STP) perusahaan. STP perusahaan adalah faktor dengan
prioritas utama.
2. Alternatif strategi promosi bagi Trans TV yaitu melakukan kegiatan
promosi off air lini atas, melakukan kegiatan promosi off air lini bawah,
aktif melakukan kerjasama (barter) dengan media cetak maupun
elektronik, melakukan on air promo yang ditekankan pada perusahaan dan
menempatkan on air promo yang disesuaikan dengan skala prioritas.
Alternatif strategi promosi yang dapat diprioritaskan bagi Trans TV adalah
melakukan on air promo yang ditekankan pada perusahaan. Alternatif ini
dilakukan agar image dan awareness pemirsa (audien) dapat dibangun.
Alternatif lain yang dapat dilakukan Trans TV adalah melakukan kegiatan
promosi off air lini atas dan menempatkan on air promo yang disesuaikan
dengan skala prioritas, dikarenakan dua alternatif ini memiliki bobot yang
perbedaan nilainya tidak terlalu signifikan dengan alternatif bobot
tertinggi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar