Nama : andi syahab ruswandy
Npm : 30210699
Kelas : 3DD01
Npm : 30210699
Kelas : 3DD01
Judul : Kinerja Keperawatan Puskesmas
I. Latar Belakang
Puskesmas merupakan suatu tempat untuk melakukan upaya
meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit serta
memulihkan kesehatan. Puskesmas harus bisa menjamin mutu pelayanan
keperawatan melalui kesesuaian dengan kebutuhan pasien. Pentingnya
peningkatan mutu pelayanan puskesmas adalah untuk membangun
persahabatan yang mendorong hubungan dengan pasien sehingga puskesmas
tidak ditinggalkan oleh pasiennya. Mutu pelayanan keperawatan merupakan faktor yang paling
penting untuk membentuk kepercayaan pelanggan atau pasien kepada layanan kesehatan sehingga
tercipta loyalitas mereka. Kerja keras belum tentu dapat menghasilkan pelayanan kesehatan yang
bermutu, tetapi menggunakan pola pikir dalam melakukan tugas di suatu sistem pelayanan kesehatan
yang terus diperbaiki akan menghasilkan pelayanan kesehatan yang bermutu.
Pelayanan keperawatan adalah upaya untuk membantu individu baik sakit maupun sehat, dari lahir
sampai meninggal dunia dalam bentuk peningkatan pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki
sehingga individu tersebut dapat secara optimal melakukan kegiatan seharihari secara mandiri.
Kinerja dan service quality perawat yang tinggi merupakan faktor terpenting tercapainya kepuasan
pasien. Service quality merupakan konsep pengukuran kualitas pelayanan yang terdiri dari lima
dimensi yaitu keandalan (reliability), ketanggapan (responsiveness), keyakinan atau jaminan
(assurance), perhatian (empathy) dan tampilan fisik atau berwujud (tangibles). Berdasarkan lima
dimensi tersebut akan diketahui terjadi atau tidak gap (kesenjangan), ada tidaknya pengaruh dari
lima dimensi kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien dan juga dapat diketahui dimensi
kualitas pelayanan yang paling dominan mempengaruhi kepuasan pasien.
I.I Masalah Dan Tujuan
Masalah utama sebagai sebuah lembaga jasa pelayanan kesehatan yang banyak pesaingnya adalah
pelayanan yang diberikan apakah sudah sesuai harapan pasien/konsumen atau belum. Oleh karena
itu, Puskesmas dituntut untuk selalu menjaga kepercayaan dan kepuasan pasien dengan
meningkatkan kualitas pelayanan agar kepuasan pasiennya meningkat.
Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah penelitian ini “Adakah hubungan
kualitas pelayanan keperawatan dengan tingkat kepuasan pasien.
Tujuan Penelitian:
1. Tujuan Umum
Mengetahui hubungan kualitas pelayanan keperawatan dengan tingkat
kepuasan pasien.
2. Tujuan Khusus
a. Mendeskripsikan kualitas pelayanan keperawatan di Wilayah Kerja
b. Mendeskripsikan tingkat kepuasan pasien
c. Menganalisis hubungan kualitas pelayanan keperawatan dengan
tingkat kepuasan pasien
Lokasi Penelitian :
Puskesmas DKI Jakarta
Pokok Bahasan
Tentang kinerja Puskesmas di kecamatan yang penduduknya berpenghasilan tinggi pada perspektif balanced scorecard menunjukkan bahwa keunggulan Puskesmas ini terletak pada perspektif pembelajaran dan pertumbuhan pegawai
Metodologi :
Data dan Sample didapatkan dari hasil penlitian di Puskesmas DKI jakarta dan menganalisa pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan di Puskesmas pada pasien.Hal ini juga didukung oleh penelitian Ari (2008), yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas jasa pelayanan terhadap kepuasan pasien rawat inap di RSU Jakarta Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien rawat inap (69,81%) merasa tidak puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh RSU tersebut. Pasien tidak puas pada dimensi kehandalan yang meliputi prosedur penerimaan dan pelayanan pasien yang berbelit-belit dan jadwal pelayanan yang terlambat.Cakupan Teori Dalam Kajian
McKevitt (1998) menyatakan bahwa pelayanan publik bidang kesehatan merupakan salah satu dari empat pelayanan inti publik yang diberinya akronim ‘HEWS’ (Health, Education, Welfare, and Security).
Manfaat Penelitian:
1. Bagi Puskesmas
Memberikan sumbangan pemikiran bagi Puskesmas yang bersangkutan
dalam hubungannya dengan jasa pelayanan kesehatan sehingga dapat
digunakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan kualitas pelayanan
guna memenuhi kepuasan pasien, sehingga dapat menentukan langkahlangkah
selanjutnya yang diambil dalam mengukur kebijaksanaan dimasa
yang akan datang.
2. Bagi Ilmu Pengetahuan
Hasil penelitian ini dapat menambah informasi dan pengetahuan kesehatan
khususnya tentang managemen keperawatan.
3. Bagi peneliti
Sebagai wacana yang memperkaya pengetahuan peneliti dalam
menerapkan teori, khususnya teori di bidang managemen keperawatan ke
dalam dunia praktek yang sebenarnya dan untuk mengembangkan
kemampuan peneliti.
4. Kesimpulan.
1) Kinerja
Puskesmas dalam menangani pasien samapai saat ini belum mencapai titik kepuasan pasien sendiri.
2) Puskesmas seharusnya memberikan pelayanan yang baik untuk pasien tanpa membeda bedakan
3) Pemerintah seharusnya meng follow up langsung dan membenahi kinerja keperawatan.
4) Untuk
memperbaiki kinerjanya, Puskesmas perlu mempertimbangkan keterkaitan
kinerja yang satu dengan yang lain, dan tidak melihat kinerja-kinerja
BSC itu secara parsial.
Kita juga mempunyai jurnal mengenai Metode Analisis, silahkan dihubungi dan dibaca. Berikut linknya:
BalasHapushttp://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/856/1/Paper_Peter_Avinanta_Why_Because.pdf
Semoga bermanfaat!